Bule Cantik Dengan Topi Anak SD

By Anna - April 12, 2020

Saya pindah dari rumah kontrakan di Denpasar ke sebuah guest house di Sanur awal Januari lalu. Sejak suami pindah ke Sydney, saya merasa rumah terlalu besar untuk saya tinggali sendiri dan repot bebersih sepanjang hari. Selain itu, saya sudah amat sangat muak dengan akso bakar-bakar sampah yang terjadi di lingkungan itu. Sigh, saya malah curhat jadinya.

Lingkungan tempat tinggal saya yang baru ini sangat strategis karena terletak di salah satu daerah turistik di Sanur. Jadi tinggal jalan kaki lenggang kangkung, sudah ketemu banyak cafe/restaurant dan pantai terdekat via jalan Cemara. Mau belanja sembako dan keperluan sehari-hari juga gampang, tinggal jalan kaki 7 menit sudah sampai ke supermarket Pepito. Saya pribadi tidak selalu belanja di sana dan malah melipir agak jauh ke Lotte Mart di Denpasar karena harga di Pepito adalah harga bule. Jauh sekali bedanya dengan harga di Hypermart langganan saya dulu di Galeria atau Lotte mart. Contohnya, seliter susu merk Ultra, di Lotte/Hypermart hanya 15-16 ribuan saja sedangkan di Pepito harganya 22ribu. Saya biasa belanja sebulan sekali untuk barang-barang todak mudah rusak seperti ini, jadi beda 5-7ribu/item itu bagi saya big deal. Hahaha. 

Anyway karena lokasi guest house yang strategis inilah, maka banyak tamu-tamu berdatangan untuk menginap di guest house ini. Karena situasi pandemi virus Korona, sayangnya guest house ini sementara menutup beberapa kamarnya. Ada beberapa tamu yang tinggal tapi mereka cenderung tinggal agak lama. Saya perhatikan sudah hampir lebih dari sebulan ada di sini. Kamarnya di ujung dekat tikungan, seorang bule cewek yang dari logatnya seperti orang Rusia, dengan pasangannya seorang cowok yang sepertinya dari negara yang sama. Rutinitas di guest house selama ada anjuran stay at home jadi amat membosankan. Tak terkecuali bagi si bule Rusia ini. Saya perhatikan tiap hari kerjanya berendam di plunge pool, berjemur, dan jemur baju renang dan handuk. Repeat.

Kemarin saya terpaksa keluar untuk berbelanja. Pas balik dan melewati plunge pool, saya lihat cewek bule itu sedang berendam, seperti biasa. Yang tidak biasa adalah tumben-tumbenan dia pakai topi. Yakali panasnya jam 1 siang! Saya perhatikan ada yang aneh dengan topinya, sepertinya saya sangat familiar dengan topi ini dan ternyata begitu sudah dekat, saya bisa lihat dengan jelas yang dia pakai itu topi anak SD saudara-saudara!!!!

Bisa dibayangkan cewek Rusia itu cantik seperti ini:


Lalu pakai topi seperti ini:
Jadi kira-kira penampakannya jadi seperti ini: 


Saya berusaha sekuat tenaga menahan tawa tapi si bule malah nyapa. ‘Hallo!’ Katanya. Saya balas hallo ke dia lalu berusaha merapatkan mulut saya erat-erat supaya tidak gatel ngasih tau dia soal topi anak SD itu. 

Saya berharap si bule tidak pakai topi itu keluar supaya tidak menjadi bahan tertawaan orang lokal. Memang tidak salah sih pakai topi anak SD, dan pula dia tidak tahu mengenai hal ini. Saya jadi punya misi besar bahwa hari ini saya harus memberitahunya. Setelah tahu, apakah dia masih mau pakai topi itu atau tidak, ya terserah si mbak bule. Lagipula, orang cakep mah bebas. Hehe. Ada saran bagaimana cara ngomongnya? Any inputs are well appreciated!!

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar