Kasidi

By Anna - May 26, 2020

“Good afternoon, ABC hotel. Anna is speaking, how may I assist you?” Saya mengangkat telepon yang berdering tak jauh dari tempat dimana saya duduk.
“Halo, masih ada kamar hari ini gek?” Seseorang di seberang sana menanyakan ketersediaan kamar dengan logat Bali. Gek adalah kependekan dari jegeg yang artinya cantik.
“Mohon ditunggu, saya cek dulu ya Bu.”
Saya segera menuju ke komputer terdekat di meja reception dan mengecek room availability  untuk hari itu.
“Masih ada 1 kamar deluxe dan 2 suite room, Bu. Mau berapa kamar dan berapa malam?”
“Satu kamar saja mbak. Kalau ada kamar yang paling murah. Cek in nanti jam 8 ya. Untuk malam ini saja.”
“Mohon maaf, saya berbicara dengan Ibu siapa ini?”
“Buat apa nama saya? Yang nginep bukan saya tapi tamu saya.”
“Oh, begitu. Baik, nama ibu hanya untuk catatan saja di sistem kami, supaya tahu siapa yang memesan kamar.”
“Nama saya Kadek. “
“Baik, bu Kadek, reservasinya...”
“Saya bukan ibu-ibu. Panggil saja Kadek.” Oh yeah, fine!
“Baik, Kadek. Jadi pesanan kamarnya atas nama siapa?”
“Kasidi.”
“Ejaannya?”
“Mana saya tahu. Ketemu orangnya saja belum.” 
Saya garuk-garuk kepala.
“Baik, kamarnya mau yang deluxe ya, Kadek. Harganya di 2,5 juta rupiah nett sudah termasuk sarapan untuk dua orang.”
“Oke, nanti tagih saja ke Kasidi ya. Saya cuma bantu bookingin aja. Kasidi itu temennya temen saya.”
Temannya teman. Baiklah...
“Baik, konfimasi ya Kadek. Room nama Kasidi, satu orang, cek in hari ini tanggal 7 Agustus, cek out besok tanggal 8 Augustus, harga kamar 2,5 juta nett sudah termasuk sarapan.”
“Iya makasih.” Tut...tut...tut...
Lah, ditutup. Padahal saya belum selesai.
Ya sudah lah ya. Saya tunggu saja tamunya, pak Kasidi ini.

Dua jam kemudian...
“Hi. I have reservation for tonight.” Seorang bule tinggi berambut pirang sedang check in di meja rekan saya Soni. Kebetulan saya duduk persis di sebelahnya.
“May I know the reservation name, Sir?”
“I think it is under.. Eer.. Kadek?”
“There’s no booking under Mr. kadek for tonight, Sir.” Sony tidak menemukan reservasi atas nama itu.
“Mmm... then try Kasidi, please.”
Sony mengetik nama Kasidi di komputer. Ketemu! Dan tiba-tiba Sony menoleh ke arah saya,
“ Namanya kok mirip orang Jawa, mirip tetanggaku di Surabaya, namanya juga pak Kasidi.”
“Siapa tahu dia bule Jowo seperti Dave youtuber itu.”
Sony mempersiapkan kartu registrasi untuk check in lalu meminta paspor pak Kasidi. Begitu membuka paspornya, Sony kelepasan tertawa dan langsung menghampiri saya.
“Namanya Cassidy bukan Kasidi woey!”
Saya tergelak. 
“Lah mana saya tahu wing tadi Kadek saya minta eja nama dia juga gak tau.”
Kasidi eh Cassidy yang sedang bingung pun nimbrung, “Anything funny about my passport?”
Sony buru-buru klarifikasi. 
“No, no, Mr. Cassidy. My friend mistype your name it was written Kasidi instead of Cassidy, thought that you are Javanese man.”
Mr. Cassidy ikutan tertawa, padahal mungkin dia tidak mengerti apa lucunya Kasidi yang kami bicarakan itu.
Oalah Kasidi.. Kasidi!

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar