Friday, 23 January 2015

Rebutan View (Part 2)

Yang bikin darah tinggi lagi pas kapanlalu saya handle seorang tamu dari Hongkong (ini beneran Hongkong loh-- saya lihat passportnya-- bukannya Hongkong-Hongkongan), yang dari sejak check in sudah bermasalah.
"I want ocean view room at the top floor." Katanya sembari menatap saya tajam. Seakan akan matanya bisa ngomong, " Kalau kamu gak kasih saya ocean view room, saya bejek-bejek kamu." Cuih! Siapa lo? Dalam hati saya membatin.

Meski dongkol, sebagai seorang frontliner professional (yang mau muntah silahkan, saya duluan yak? Hueeekkkkk!!!), saya tetap berusaha memenuhi permintaan tamu. Sekalipun tamunya nyebelin, kaya yang satu ini.
Saya lalu mengecek kamar di system. Mmm... kamar yang diminta gak ada tuh. Ada juga satu kamar di lantai 3 yang ngadep ke barat tapi tamunya baru saja check out. Pasti sekarang housekeeping sedang mengerjakan kamarnya dan artinya kamar tersebut belum siap dijual. Sayapun menjelaskan ke tamu bahwa kamar yang dia minta tidak tersedia, dan menawarkan opsi kamar yang lain yang ada. Lagipula, di reservasi tidak ada request apa-apa. Eh, si Hongkong ngamuk ke saya.
"I have requested ocean view room on the top floor few months ago. How come you said that room is not available?"

Sebelum terjadi pertumpahan darah, sayapun buru-buru menunjukkan bookingan yang saya terima dari reservasi. Bookingan memang dibuat bulan lalu melalui booking online, namun tidak ada permintaan khusus yang tertulis di dalamnya. Sayapun menyodorkan lembaran bookingan tersebut kepada si Hongkong, eh... mukanya jadi merah padam.
"But I have told my agent to book me that room.." Katanya sambil menggeram, marah. Hidungnya kembang kempis. Serem abis.
Iiihh.. ini Hongki serem juga ternyata. But what can I do? Si agent lupa kali gak nulis requestnya pas bikin bookingan. Sayapun menawarkan kamar yang baru saja check out tadi. Tapi ya gitu, tunggu dulu sampai itu kamar selesai dibersihkan housekeeping. Saya kembali menerangkan. Si hongki malah marah-marah, meminta saya menunjukkan kamar tersebut, dan make sure kalau kamar tersebut ada view lautnya. Ya wis lah, karepmu! *Saya juga heran, kalau sedang galau begini logat Jawa saya keluar sendiri.

Saya lalu meminta seorang rekan concierge untuk mengantarkan tamu rese tersebut ke kamar 3321, kamar yang baru saja check out. Harap-harap cemas, belum juga ada 2 menitan, telepon dari kamar tersebut berbunyi. Perasaan saya langsung gak enak.
"Thank you for calling front desk, this is Anna how may I assist you?"
"Mbak Anna..." Yang di seberang sana menyahut. Rupanya pak Yudhi, rekan concierge yang membantu saya mengantar si Hongki.
"Iya, pak. Kenapa? Tamunya mau?" tanya saya.
"Gak mau mbak tamunya..." Jawabnya lemes.
Aaarrrrggghh.. ini tamu maunya apa sih?

Tak lama, si tamu turun, dibarengi dengan guide-nya yang sedari tadi hanya diam membisu tanpa kata (ini ngomong-ngomong kenapa saya jadi puitis gini ya bahasanya *halah, salah fokus!). Si Hongki masih manyun dan sibuk dengan gadgetnya. Si guide lalu mencoba mendekati saya,
" Tamu saya nggak mau, mbak... Dia mau yang ocean view, di lantai atas."
Karena kasian, ya sudahlah saya cek lagi. Rupanya ada satu kamar di lantai atas, menghadap ke laut (dari kejauhan tentunya) tapi beddingnya twin, bukan king size seperti di bookingannya. Sayapun jelasin ke guidenya.
Dan si guide hanya nyengir asem. Saya buru-buru mengklarifikasi.
"Kalau tamunya mau, kami bisa buatkan double bed, Pak. karena originalnya 2 single bed, maka kalau digabungin jadi lebar Pak."
Si guide mengangguk, lalu pergi menghadap si Hongki. Tapi karena si Hongki lagi sibuk teleponan sambil ngamuk-ngamuk entah ke siapa, jadinya si guide urung menghadap. Mungkin takut disamber. Eh, dia balik lagi ke saya.
"Oh ya mbak, ngomong-ngomong, handuk yang di kamar kok kotor, ya?"
Mukegile! Ini orang ngajak berantem kali ya? Ya iyalah kotor, kan kamar baru check out? Handuk abis dipake ya kotor lah! *Ini saya hanya teriak-teriak dalem hati.
"Aduh Bapak.. kan tadi sudah saya bilang, kamarnya kan masih kotor karena tamu baru saja check out.. tamu bapak ngeyel mau lihat... ya jelas lah kotor kan belum diganti yang baru.." Sayapun menerangkan sambil mengumbar senyum sinis. Persis seperti peran antagonis ibu tiri di sinetron-sinetron.
"Oh, iya ya." Katanya lagi.
Ya iyalah. Keles...!

Saya lihat si guide dan si Hongki musyawarah sebentar, lalu si Hongki menghampiri saya.
"I want to see the room." katanya.
Okeh. Siapa takut?!
Sayapun menyerahkan kunci ke pak Yudhi, tapi si Hongki menolak.
"No no no. I want you!" katanya lagi.
Si pak Yudhi kedip-kedip ke saya. Ih... apaan sih. Iya iya ayok sama saya..!

Sayapun lalu nganterin si Hongki ke kamar 5525, dimana view lautnya paling bagus, kamar paling pojok, belakang, dan lantai paling atas pulak.
Si Hongki membuka pintu balkoni dan masih ngedumel.
"You call this ocean view?" katanya  dingin. Giginya gemeletak. Saya ada feeling ini Hongki mau nelen saya hidup-hidup. Ampun maaaakkkk!!!! Siapa juga sih yang bilang ini hotel ada ocean view? Udah tau lokasinya gak di pinggir laut? Udah tau lokasinya di central Seminyak! Tusuk aja gue, tusukkkk!!!! *Pasrah.

Sayapun lalu menjelaskan panjang lebar bahwa kami tidak pernah menyebutkan kamar dengan view laut. Kalaupun di trip advisor ada yang bilang, bunyinya pun kurang lebih seperti ini: "Tip: request the room at the top floor which have better view to the ocean."
Karena si Hongki kelihatannya masih mau nyudutin saya, apa boleh buat, saya keluarkan skak mat. Sorry to be rude, but you need to know the truth.
"Sorry, Sir. But I think you are expecting the room facing direct to the ocean which we do not have. Maybe you can contact your agent to reconfirm and clarify?"
Iya dong. Enak saja menghina. Jelas-jelas dia (atau mungkin agent dia) yang salah booking hotel, kok. Kalau mau booking kamar yang ngadep langsung ke laut, berarti dia salah alamat.

"I don't like the room." Katanya.
"And also your towel is dirty."
Jederrrrr!!!! Ini orang memang ngajak gulat kali ya? John Cena mana John Cena?
Aaaaarrgghhhhh...!!!


Pic: John Cena Source: google Image

"Because the previous guest used sun tanned lotion, and just rub with the towel afterwards." Saya berkilah.
"No. But the color is brown. So stained!" katanya lagi.
Rasanya kepinginnnn... jedot-jedotin muka ni orang ke kasur *soalnya kalo jedotin ke tembok kesian juga.
Saya jadi geregetan dan mengambil towel dari shower room. Kebetulan, kamar twin ini sudah siap dijual dan perlengkapannya sudah komplit.
"This is our fresh towel." Dalam hati rasanya pingin juga nyodorin itu towel ke mukanya. Biar dia lihat jelas-jelas, dan biar bisa dibedain towel mana yang bersih dan mana yang kotor.
Si Hongki melengos dan keluar kamar. Intinya, kamar inipun masih tak sesuai harapannya.

Saya mengantar si Hongki balik ke lobby. Baru saja saya mau keluar lift, dia menatap tajam ke arah saya dan bilang, "Today there's someone lost the job because of you." Lah? Kok saya? Maaakkk... salah gue apa????!!!!

Sebenarnya saya penasaran, siapa yang dipecat. Ah, mungkin agent-nya dia ya karena salah bikin bookingan? Meski kepo, saya males ah nanya-nanya. Tar saya ditelen kan berabe?

Nyampe di lobby, si Hongki sekali lagi menatap tajam ke arah saya, "Don't tell me you have no choice!" katanya sembari meninggikan nada suara. Jiah, saya diancam!!!!
Sayapun melapor ke manager dan bagian reservasi dan menjelaskan kronologisnya. Kebetulan agent si Hongki ini telepon, dan langsung ngamuk-ngamuk (wajarlah.. karena dimarahi klien pastinya). Orang reservasipun sudah ampun-ampun dan akhirnya menyerah. "Ya wes, cancel aja bookingannya. Toh kita juga belum nge-charge dia apa-apa." Keputusan bagus. Yah, daripada dia nginep di sini dan cari-cari masalah?

Pas saya balik ke lobby, saya lihat si Hongki sudah pcking-packing barangnya dan siap-siap angkat kaki. Agentnya kelihatan desperate banget... dan dasar kepo, saya bawaannya want to know.. aja. Dan jadilah saya bertanya.
"Trus jadinya ini nginep di mana, Pak? Di Seminyak hotel ya yang depan laut?" Tanya saya.
Si guide menghela napas panjang. Kayaknya beraaat.. gitu.
"Boro-boro, mbak." katanya lagi.
Wah, boro-boro kenapa nih?
"Malam ini dia mau nginep di rumah saya!" katanya dengan nada putus asa.

Saya antara mau kasihan atau ketawa girang, antara bersyukur si Hongki masalah sudah beres, dan kasihan dengan nasib guide si Hongki.



No comments:

Post a Comment