Monday, 2 February 2015

Korea Oh Korea



Belakangan di hotel kedatangan banyak tamu  yang berasal dari Korea. Seneng sih, karena tamu-tamu Korea gini yang paling gampang handlenya. Dari pertama datang dan check in, sudah ada guide sendiri yang akan ngurusin semua keperluannya dia, mulai dari registrasi, makan, sampai check out. Payment sih gak usah pusing, karena semuanya sudah dibayar lunas jauh sebelum si tamu check in. jarang sekali tamu-tamu Korea begini consume apa-apa di hotel, karena seringnya nyentuh minibar saja enggak, gak seperti tamu-tamu bule ABG yang sampe dibela-belain berantem karena housekeeping info tamunya ambil minibar tapi merekanya ngotot gak minum apa-apa. Gak semuanya begini loh ya, sebagian saja kok. Sebagian besar aja maksudnya *sambil ngremes-ngremes bill minibar saking geregetannya.

Pas check in, saya juga tak usah susah-susah menerangkan ini itu, paling tinggal dimintain passport untuk dicopy, lalu ngomong aja sama guidenya dan si guide-lah yang bakalan cuap-cuap  nerangin segala sesuatunya. Deposit saya hampir tak pernah minta, karena mereka palingan tinggal cuma sehari dua hari, karena biasanya mereka ikutan paket tur dan harus mengunjungi beberapa tempat. Itupun, check in malam-malam dan besoknya check out pagi-pagi. Kalaupun stay over, biasanya merekalah yang ambil breakfast pagi-pagi, karena setelah itu mereka pergi seharian tour entah kemana, dan balik pulang hotel sesaat sebelum jam makan malam.

Selama tinggal, tamu-tamu Korea ini hampir tak pernah menelepon ke operator perkara minta ini itu, mungkin karena kendala bahasa. Biasanya tau-tau ada telpon dari agent dan minta nomor sekian minta ini minta itu. Jadi mereka ini nelpon guidenya dulu, nyuruh si guide buat nelponing resepsionist kalau mereka ada request. Halah, ribetnya...
Pas check out, proses check out tamu Korea ini yang paling cepat. Karena semua bill sudah settle dan tidak ada konsumsi apa-apa, ya tinggal kasih kunci saja dan check out. Beres! Bellboypun gak usah ribet karena mereka biasanya bawa sendiri koper-kopernya. Saya jadi ngayal, andai semua tamu model begini, dipastikan saya bakalan makan gaji buta dan tak usahlah saya minum panadol lagi saking pusingnya ngadepin beberapa tamu yang aneh-aneh*ngarep!

Saya selalu geli setiap kali handle tamu Korea. Entah kebetulan atau gimana, kok ya setiap yang datang pasti berpasangan. Dan semua pasangan itu pasti pakai atribut couple-an. Mulai dari koper, topi, syal, dan sepatu yang salah satunya pasti kembaran. Mulanya saya kira sih, karena mereka keluar negeri berdua dan mereka takut ilang satu sama lain kali ya...makanya mereka pakai baju seragam biar kalau ilang gampang nyarinya. Eh, ternyata besoknya pas mereka mau tur, mereka pakai baju couple lagi dengan motif beda! Yang membuat saya makin geli, eh mereka dong dengan pedenya pakai kaos couple dan tulisannya di depan "Wife" nah, yang punya cowok tulisannya "Husband", dan pas mereka berbalik di bagian punggungnya tulisannya "Just Married". Cie cie cie...! Tapi gak segitunya juga kali...! *Melirik sirik.
Anak training sayapun gatel komentar, "Orang Korea itu lo mbak, apa-apa berdua, apa-apa samaan, baju aja kembaran. Ah, mana saya ada kesempatan PDKT!"
Dasar!!!

Bukan, ini hanya ilustrasi. Bukan jualan :P

Kendala selama menghadapi tamu Korea saya rasa tidak ada. Palingan sih kalau kebetulan kunci mereka tidak berfungsi dan guide tidak ada, mereka lanngsung ke resepsionis dan langsung ngomong pakai bahasa mereka yang notabene saya gak ngerti. Dan dalam situasi begini, satu-satunya bahasa universal yang bisa dimengerti kedua belah pihak adalah... bahasa tubuh!!! Ya.. gitu deh, si Korea nunjuk-nunjuk ke kuncinya, lalu kedua tangannya disilang ke udara. Pas ditanya nomor kamar berapa, si Korea keukeuh ngasi tahu dalam bahasa Korea lagi. Dasar saya sudah gak kaget sama yang beginian, saya sih nyantai aja ngasih dia bulpen dan kertas, baru ketahuan deh dia tinggal di kamar nomor berapa.

Kendala lain selain percakapan, kadang-kadang saya juga dibuat bengong pusing dengan huruf-huruf korea yang berupa bulatan-bulatan abstrak itu. Ceritanya, kelar check in, kami harus mengupdate profile tamu yang meliputi alamat rumah, alamat email, nomor telepon, dan detail passportnya. Seharusnya sih tidak ada masalah karena tamu saya mengisi semua kolom yang wajib diisi, tapi kalau isinya huruf Korea, saya ngupdatenya gimana, coba?