Showing posts with label Misscellanous. Show all posts
Showing posts with label Misscellanous. Show all posts

Sunday, 25 September 2011

Break Sejenak dengan Rutinitasku


Dua bulan sudah saya vacum jarang menulis lagi… rasanya kangen sekali karena selama dua bulan itu banyak kejadian-kejadian yang rasanya wajib saya ceritakan. But, karena waktu yang hampir-hampir tidak ada, seperti biasa ide-ide yang ada terpakasa saya tulis sporadic di catatan kecil saya dan dipending dulu untuk digarap lain waktu kalau memang ada waktu luang. Yah, seperti sekarang ini contohnya.

Ehm..ehm… sok sibuk sekali ya saya….

Yah, begitulah kawan.. dua bulan ini saya mati-matian kejar target untuk karir dan kuliah. Bagi saya yang seorang pekerja full time apalagi yang jam kerjanya (mulai) 9jam perhari (karena seringnya harus extend alias lembur sukarela demi menyelesaikan sebuah pekerjaan yang belum selesai), susah sekali membagi waktu antara bekerja dan kuliah jarak jauh. Bayangkan saja, pulang kerja setelah capek-capek seharian menghadapi berbagai macam customer yang banyak maunya dan menghadapi berbagai macam staff dengan berbagai polah tingkahnya (yang seringnya tak masuk akal seperti satpam-satpam yang sering saya ceritakan, contohnya) membuat energy saya benar-benar terkuras dan membawa stress baru yang masih harus saya takhlukkan karena setelahnya saya harus mengikuti tutorial online dan mengerjakan tugas-tugas online yang telah terpending dan mengejar deadline demi mendapatkan nilai yang diinginkan.

Dan disela-sela mengerjakan tugas online yang kadang membosankan itulah kawan… seringnya saya malah ‘mengerjakan’ hal lain, misalnya update status di Facebook, buzz-buzz an dengan teman jauh saya lewat yahoo messenger, atau  curhat online di blog ini. And my life goes like that so simple… karena setelahnya gak terasa jam sudah menunjukkan jam 3 pagi, dan celakanya tugas yang sudah deadline belum juga selesai!
Alhasil, saya pun seringnya tidur kala pagi.. dan baru terbangun paling pagi sekitar jam 10. Tapi seringnya sih.. jam 11 atau 12.. yang kata orang sudah siang. Tapi bagi saya kok masih berasa pagi ya, karena mata ini masih sepeettt, benar-benar masih lengket tak mau terbuka. Hehehe… bangun siang kok bangga! Tuh, kan keterusan deh curhatnya!

But, kadang-kadang saya realize juga kok, kalau saya lebih konsen chatting dengan teman-teman dan curhat se’biadab’ mungkin sama mereka, ketimbang melanjutkan rutinitas saya menulis. And the rest of the reasons is my laziness. Ya, saya akui saya ini pemalas. Dan janji saya, mulai hari ini saya akan berusaha menghilangkan rasa malas saya dengan menjaga konsistensi saya dalam menulis. Cita-cita saya dari kecil memang menjadi penulis, walaupun hanya menuliskan pengalaman-pengalaman saya sehari-hari di blog.

Wish me luck as always guys!


Wednesday, 27 July 2011

Sebuah PR, Proses dan Kenangan



Mulai post ini dan selanjutnya, saya akan mempublish beberapa tulisan saya mengenai pendapat saya tentang beberapa Top hotel di Bali selama saya melaksanakan On The job Training. Tulisan – tulisan tersebut dulunya adalah Pe-er dari Papi yang ditujukan supaya saya mengenal hotel-hotel lain selain hotel tempat saya training, menganalisis berbagai hal di dalamnya, seperti bengunan, arsitektur, lokasi, makanan dan minuman, keamanan, service, hingga hygiene. Tulisan –tulisan berbahasa inggris yang ampun-deh-mawutnya itu sengaja tidak saya edit alias saya biarkan seperti aslinya, karena tulisan – tulisan tersebut adalah dokumentasi dan bagian dari proses—dari yang dulu bahasa inggris saya amat sangat parah hingga kini hanya tinggal parahnya saja. Isinya berupa beberapa penilaian saya mungkin terlalu subjektif, karena memang saya menilai dari sudut pandang saya secara sepihak.

Overall, selamat membaca! 

The Seed (a history of Honesty)

Tadi pagi saat membuka email dari papi, saya menemukan email ini. mungkin ini adalah cerita lama, tapi akan tetap saya bagi untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pentingnya kejujuran.


here goes:
    
A successful business man was growing old and knew it was time to choose a successor to take over the business. Instead of choosing one of his Directors or his children,he decided to do something different. He called all the young executives in his company together. He said, "It is time for me to step down and choose the next CEO. I have decided to choose one of you. "The young executives were shocked, but the boss continued. "I am going to give each one of you a SEED today - one very special SEED. I want you to plant the seed, water it, and come back here one year from today with what you have grown from the seed I have given you. I will then judge the plants that you bring, and the one I choose will be the next CEO."

One man, named Jim, was there that day and he, like the others, received a seed. He went home and excitedly, told his wife the story. She helped him get a pot, soil and compost and he plantethe seed. Everyday, he would water it and watch to see if it had grown. After about three weeks, some of the other executives began to talk about their seeds and the plants that were beginning to grow. 

Jim kept checking his seed, but nothing ever grew. 

Three weeks, four weeks, five weeks went by, still nothing. 

By now, others were talking about their plants, but Jim didn't have a plant and he felt like a failure.

Six months went by -- still nothing in Jim's pot. He just knew he had killed his seed. Everyone else had trees and tall plants, but he had nothing. Jim didn't say anything to his colleagues, however.He just kept watering and fertilizing the soil - He so wanted the seed to grow.

A year finally went by and all the young executives of the company brought their plants to the CEO for inspection.

Jim told his wife that he wasn't going to take an empty pot. But she asked him to be honest about what happened. Jim felt sick to his stomach, it was going to be the most embarrassing moment of his life, but he knew his wife was right. He took his empty pot to the board room. When Jim arrived, he was amazed at the variety of plants grown by the other executives. They were beautiful --
in all shapes and sizes. Jim put his empty pot on the floor and many of his colleagues laughed, a few felt sorry for him! When  the CEO arrived, he surveyed the room and greeted his young executives.

Jim just tried to hide in the back. "My, what great plants, trees, and flowers you have grown," said the CEO. "Today one of you will be appointed the next CEO!"


All of a sudden, the CEO spotted Jim at the back of the room with his empty pot. He ordered the Financial Director to bring him to the front. Jim was terrified. He thought, 
"The CEO knows I'm a failure! Maybe he will have me fired!" 


When Jim got to the front, the CEO asked him what had happened to his seed - Jim told him the story. 

The CEO asked everyone to sit down except Jim. He looked at Jim, and then announced to the young executives, "Behold your next Chief Executive Officer! 

His name is Jim!" Jim couldn't believe it. Jim couldn't even grow his seed.

"How could he be the new CEO?" the others said.

Then the CEO said, "One year ago today, I gave everyone in this room a seed. I told you to take the seed, plant it, water it, and bring it back to me today. But I gave you all boiled seeds; they were dead - it was not possible for them to grow.

All of you, except Jim, have brought me trees and plants and flowers. When you found that the seed would not grow, you substituted another seed for the one I gave you. Jim was theonly one with the courage and honesty to bring me a pot with my seed in it. Therefore, he is the one who will be the new Chief Executive Officer!"

* If you plant honesty, you will reap trust 

* If you plant goodness, you will reap friends

* If you plant humility, you will reap greatness

* If you plant perseverance, you will reap contentment


* If you plant consideration, you will reap perspective

* If you plant hard work, you will reap success


* If you plant forgiveness, you will reap reconciliation

* If you plant faith, you will reap a harvest


So, be careful what you plant now; it will determine what you will reap later. 




"Whatever You Give To Life, Life Gives You Back"

Prakata Prikitiew!

Saya lega akhirnya blog ini jadi juga!

Saya sempat kebingungan saat seseorang dengan sengaja mereset password Gmail saya. Saat itu, saya benar-benar kelabakan setengah mati. Seluruh informasi kontak penting ada di sana, email-email, termasuk blog. Saya sudah mencoba untuk mereset kembali password email saya dan mendapatkan lagi akunnya, tapi ternyata sia-sia. Google memperbolehkan saya masuk 1 kali, dan jika saya ingin masuk lagi, saya harus mengisi formulir berlembar-lembar, mengisi kode verifikasi, dan password baru yang tidak boleh sama dengan password yang pernah saya gunakan. Untuk ukuran seorang yang gaptek dan unsophisticated seperti saya, tentu memusingkan.  Dan setelah berkutat dengan password-password reset-an, saya akhirnya menyerah. Dengan sangat terpaksa saya membuat akun gmail baru dan... blog baru!


Jadi pembaca, blog ini nantinya adalag blog pengganti sebelumnya di annaswan33.blogspot.com, karenanya, 33 postingan pertama akan saya usahakan sama persis dengan 33 postingan yang di blog lama. Untuk itu, mungkin agak lama saya upate lagi. But I promise to do that quickly! hehehehe... Saya suka menulis sporadis di kertas-kertas tissu, telapak, tangan, dan apa saja yang bisa saya tulisi topik begitu ide tiba-tiba muncul. Sampai di rumah, kalau mood menulis belum ada, saya hanya mengembangkan topik-topik tersebut menjadi kerangka. Kalau sedang banyak waktu luang, saya bisa menulis kerangka-kerangka tersebut menjadi tulisan yang utuh dan saya langsung simpan di folder khusus "ready to post". Jadi, meski nantinya akan lama mengurus ke-33 postingan lama, saya masih punya banyak stok tulisan yang sudah "ready to post"I won't never disappoint you, hehehe...


so, selamat membaca!


P.s: Kritik dan saran yang membangun sangat saya tunggu di annaswan33@yahoo.com.