About Hotel

I'm not going to talk about the definition of the hotel itself or the history of the hotel here. Yang saya maksud about Hotel di sini lebih ke pandangan saya dan juga pandangan menurut orang lain terhadap hotel. Karena tidak semua orang beranggapan sama mengenai hotel. Contohnya di kampung kelahiran saya, ibu saya terpaksa berbohong kepada tetangga yang 'iseng' tanya-tanya apa pekerjaan saya. Setiap kali ibu saya ditanya begitu, pasti beliau akan menjawab, "anakku kerja di pabrik garem". Why? karena kalau Ibu saya bilang saya kerja di hotel, habislah ibu saya diceramahi tetangga karena mereka mengira orang yang kerja di hotel itu perempuan tidak bener, bisa dibawa, dan sebagainya. Maksudnya, disamain dengan hotel esek-esek yang di gang Dolly yang terkenal itu.

Teman saya yang orang pabrik, lain lagi persepsinya terhadap 'hotel'. Dia yang masih 'lugu', taunya orang yang kerja di hotel itu enak, pakaian rapi, dan gajinya tinggi. Padahal yang sebenarnya, kerja di hotel itu ada beberapa bagian, tidak semuanya enak, tidak semuanya rapi-rapi, ganteng dan cantik dan tidak semuanya bergaji tinggi. Karena di hotel banyak sekali pekerja harian yang cuma diupah 45ribu per hari selama 9 jam. Itupun kerjanya ampun deh sengsara bagi saya. Seorang gardener atau engineering yang daily worker, juga kasihan sekali nasibnya.

Teman saya yang lainnya lagi beranggapan, bahwa kalau mau kerja di hotel itu harus berijazah sarjana. "Kalau cuma SMK sih, gak bakalan laku," katanya. Saya tegaskan itu SALAH! Karena banyak teman- teman saya yang sukses meniti karir di hotel malahan bukan Sarjana. Contohnya, Health Club Manager saya yang sekarang ijazahnya cuma SMA. Dia meniti karir bener-bener dari nol.. awal kerja cuman jadi therapys. Contoh lagi, Butler manager saya juga seorang perempuan yang bagi saya tegas sekali, usia baru 32 tahun, ijazah cuman SMA dan beliau meniti karirnya dari door girl! Bayangin deh, dari seorang door girl/ greeter menuju butler manager... sebuah prestasi yang membanggakan, bukan???

Sayapun berpendapat sama dengan salah satu motto sekolah perhotelan di Surabaya, bahwa untuk bisa kerja di hotel itu tak perlu gelar, tapi ketrampilan. Percaya deh, itu berlaku buat semua orang. Tinggal kemauan untuk belajarnya itu ada atau tidak. itu saja.


*)Ppsssssttttt.... jangan bilang siapa-siapa ya.. karena saya juga mengalami fase metamorfosis yang dialami oleh dua wanita hebat yang saya sebutkan di atas tadi. Saya memulai karir dari Greeter lalu ke Admin Concierge, GRO, Receptionist hingga sekarang Sales.