Wednesday, 21 January 2015

Sebaiknya Training Dimana?

Saya yakin, sebagian besar dari kalian yang sedang menimba ilmu di jurusan perhotelan pasti galau kalau ditanya tentang masalah training. Mau training dimana? Bagian apa? Sama siapa? Gimana caranya? Antara takut, khawatir, cemas namun penasaran bercampur baur jadi satu.

Mencari tempat training sebenarnya sama saja dengan mencari kerja: susah-susah gampang. Dibilang susah karena tidak semua hotel mempekerjakan training dan belum tentu posisi training tersedia saat anda membutuhkannya. Dibilang gampang karena biasanya sekolah/universitas sudah punya link/kerjasama dengan hotel-hotel tertentu sehingga siswa/mahasiswa dari sekolah/universitas tersebut akan mudah diterima training/bekerja di hotel yang bersangkutan. Apalagi jika anda berasal dari sekolah/kampus yang terkenal, maka nama sekolah anda akan menjadi salah satu pertimbangan juga.

Walaupun tidak sesulit mencari kerja, namun mencari tempat training sebaiknya juga jangan sembarangan. Jangan pula berprinsip "yang mana saja deh asal diterima!" Waah... kalau belum apa-apa sudah pasrah, berarti anda belum ada mental menjadi pejuang dong, ya? Meskipun training, harus punya 'harga diri'- maksud saya bukan harga diri yang itu, sih. Ya, jadi training juga harus selektif memilih tempat trainingan. Ingat, hidup anda 6 bulan kedepan akan sangat bergantung dari pilihan anda sekarang.

Jadi, mulai dari mana?
Namanya juga calon anak training yang tentunya belum punya koneksi, maka cara paling gampang, ya ngadep konseling sekolah/kampus (saya kurang tahu ya namanya apa di sekolah/kampus anda), yang jelas bagian ini semacam konselor yang memiliki banyak link/kerjasama dengan hotel dan pastinya menjadi orang pertama yang paling update tentang info hotel mana yang sedang ada lowongan, hotel mana yang baru buka dan butuh banyak staff, dan sebagainya. Selain konselor, jika anda kebetulan memiliki teman yang bekerja di hotel, maka cari tahu infonya dari teman anda itu. Orang hotel biasanya juga memiliki link dengan teman lain yang bekerja di hotel berbeda. Maka, semakin banyak anda berteman dengan orang hotel, maka secara langsung atau tidak, anda akan juga memiliki banyak koneksi. Cara terakhir (cara ini yang saya lakukan sendiri) adalah dengan research ke hotel yang saya incar. Saya cermati baik-baik websitenya, lalu telepon dan minta disambungkan ke HRD. Dari situ, saya mendapat informasi langsung apakah hotel yang bersangkutan sedang membutuhkan trainee atau tidak.

Setelah mendapatkan informasi hotel-hotel mana saja yang sedang ada vacancy, langkah selanjutnya adalah menentukan pilihan, sebaiknya hotel yang mana? Di sini keputusan tiap orang tentu berbeda-beda dikarenakan berbagai alasan dan pertimbangan. Saya pribadi, memilih dari hotel dengan rating terbaik sebagai pertimbangan pertama. Semakin tinggi ratingnya, berarti hotel tersebut juga semakin baik kualitasnya. Rating hotel bisa dilihat dari komentar tamu seperti di website Trip Advisor, atau bisa juga dilihat dari situs-situs booking online seperti Agoda, Expedia atau Booking.com. Yang perlu diingat, kualitas hotel yang baik tentunya bersumber dari SDM yang baik, bukan? Karena bekerja di hotel itu menyediakan layanan. Kalau training di tempat yang memiliki SDM yang baik, tentunya akan bisa menghasilkan trainee yang berkualitas juga, kan?

Sebaiknya training di luar negeri atau di dalam negeri?
Tergantung. Banyak yang harus dipertimbangkan, terutama masalah mental dan dana. Kebanyakan siswa perhotelan larinya ke negara tetangga, favoritnya ke Kuala Lumpur, Malaysia. Kalau ditanya alasannya, kebanyakan mengatakan karena ingin memperlancar bahasa Inggris. Kalau tujuannya hanya ingin memperlancar bahasa Inggris, ngapain jauh-jauh ke Kuala Lumpur? Mendingan ke Bali saja.Banyak bule kok di sini. Kelebihannya, tak perlu merasakan culture shock karena makanan, lingkungan, dan budaya yang berbeda. Kecuali anda memang mencari training yang digaji, karena di Indonesia umumnya training tidak digaji.

Bisnis hotel atau resort?
kalau dihadapkan dengan pertanyaan yang satu itu, sebenarnya jawabannya adalah kembali ke pribadi masing-masing. Jika anda seorang pendiam yang kurang suka banyak bicara, maka bisnis hotel sepertinya cocok untuk anda. Tipe-tipe tamu bisnis hotel seperti juga namanya, kebanyakan adalah pebisnis yang sibuk. Pergi pagi pulang malam, menginap hanya semalam dua malam dan jarang sekali berbasa-basi. Kebalikannya,  jika anda seorang periang, maka lingkungan resort akan sangat cocok untuk anda.

Ada keadaan tertentu yang mengharuskan training di dekat-dekat rumah saja karena alasan kemandirian, ada juga yang training ke luar pulau dengan syarat harus ada famili di pulau/kota tersebut. Yang paling penting bagi saya adalah, meskipun masih training, tetap harus total dan harus belajar professional.

Terakhir, keputusan  ada di tangan anda. Sudah menentukan tujuan mau training dimana?


No comments:

Post a Comment