Tuesday, 27 January 2015

Kliwon


Bukan, saya bukannya mau cerita tentang seremnya malam jum'at kliwon. Bukan pula mau ramal-meramal a la primbon. Kliwon memang salah satu nama hari dalam kalender Jawa kuno, seperti pahing, wage, legi, dan pon. Di kampung saya, kliwon identik dengan nama hewan peliharaan yang imut-imut seperti kucing atau kelinci, yang kebetulan brojol di hari kliwon. Tapi, Kliwon yang mau saya ceritakan ini adalah nama panggilan (kesayangan) salah satu rekan dari FB team, yang silly-nya naudzubillah paling suka ngelawak. Kenapa dipanggil kliwon, saya juga kurang tahu sejarahnya dan asal muasalnya dari mana. Yang saya tahu, nama aslinya Kartika. Iya, ini mah nama cewek kalau di Jawa, tapi di Bali umum jadi nama laki-laki juga. Atau mungkin gara-gara namanya yang mirip nama cewek itulah makanya dia dibully, entahlah!

Saya sendiri sebenarnya kurang begitu mengenal Kliwon karena kami bekerja di section yang berbeda (saya di Front office dan dia di Food and Beverage service). Tapi beberapa rekan saya di FO (termasuk anak-anak training) kelihatannya dekat sekali sama dia, soalnya mereka semangat sekali mem-bully si Kliwon. Caranya sih, dengan nelpon-nelpon iseng, nyomblang-nyomblangin dia ke anak-anak training lain, sampai malakin dia buat nyolongin breakfast. Oooppss!

Saya sih sebenarnya kurang begitu peduli dengan si Kliwon ini, sampai anak training saya, si Trishna, cerita dengan hebohnya, bahkan sejak saya masih cuti sakit dibela-belain notif ke saya lewat Facebook.



Pas saya sudah balik kerja, dia dengan semangatnya cerita, apalagi kalau bukan tentang si Kliwon.
Cerita pertama, si Trishna kebetulan membantu si Ami menghandle tamu yang sedang check in (Si Ami ini dulunya trainee juga, namun sekarang direkrut bekerja disini. Cerita lengkap tentang si Ami sendiri bisa dibaca di sini). Tamunya orang lokal, dari Jakarta. Kebetulan pas si tamu check in, kamar beum siap karena tamu yang sebelumnya baru saja check out. Sedangkan saat itu memang occupancy sedang tinggi dan tamu barengan check in-check out.

Berhubung tamunya agak nyap nyap nyap, Amipun berinisiatif menawari tamunya minum, supaya gak ngamuk-ngamuk amat.
"Ibu, sambil menunggu kamarnya dibersihkan, barangkali mau minum dulu?" Ini Ami nawarin tamunya minum.
Si Ibu manyun sih, tapi mengangguk juga.
"Mau teh atau kopi?" Tawarnya lagi.
"Punya teh apa?"
"Ada Jasmine, Darjeeling, green tea, Camomile, English break.."
"Jasmine aja deh." Si Tamu ini memotong Ami yang sedang sibuk hapalan nama-nama teh.
Si Ami tersedak. 
Ami lalu meminta Thrisna untuk order teh. Kebetulan yang jaga di restoran saat itu si Kliwon. 
"Kliwon, tolong satu jasmine tea ya buat ibu yang di lobby itu." si Trishna order.
Si Kliwon menoleh sebentar ke arah Trishna, ke arah tamu, lalu mengangguk.

Lima belas menit kemudian...

Si Trishna merasa ada sesuatu yang tidak beres.  Si Ibu-ibu itu kok ngeliatin ke Ami terus, ya? Dan ngomonglah si Trishna ke Ami..
"Mbak Ami, itu kok ibu-ibu itu ngeliatin terus ke mbak Ami, ya?"
"Perasaan tadi sudah aku bilangin deh kamarnya jadi setengah jam lagi."
"Tehnya sudah?" Tanya Ami lagi.
Trishna mengangguk. "Sudah. Tadi order sama Kliwon."
Si Ami merasa sepertinya ada yang tidak beres. Mungkin si Ibu ini perlu sesuatu, tapi tak mau bilang. Dan Amipun beinisiatif menghampiri ibu tersebut. 
"Maaf, Ibu. Saya baru saja cek ke housekeeping, dan  kamarnya masih on progress. Perkiraan sekitar 15 menit lagi."
Si Ibu mengangguk, dan si Ami tak sengaja melihat ke arah meja si Ibu. Ada cup sih, tapi... isinya tea bag! Iya, tea bagnya gitu aja gak pake air!!!
Dan si Ami langsung nyembur ke Kliwon,
"Kliwooonnnn!!!! Diseduh won, diseduh. Kok dikasih tehnya aja?"
Si Ibu nyengir asem ke arah Ami. Dan Ami nyengir malu. Maluuuuu...!!!!

Dan saya ngakak sejadi-jadinya. Untung, untung.. banget waktu itu yang in charge Ami dan bukan saya. Hahahahaha.

Cerita selanjutnya, ada tamu yang salah pencet nomor extension. Si tamu sih niatnya telpon housekeeping meminta supaya handuknya diganti, tapi malah pencet extension room service dimana saat itu yang jaga si Kliwon. Ya namanya tamu dong, mana dia tahu kalau room service itu artinya memesan makanan yang diantar ke kamar, bukan minta pelayanan housekeeping untuk 'menservis kamar'.
Singkatnya, si tamu nelpon ke reception dan komplain,
"Excuse me, I was calling earlier asking room service to get me 2 bath towel,, but he came to me and get me 6 butter."
Nah, lo?! Bath towel, Kliwonnn... bukan butter!!!

Yang bikin saya ngakak sampai kram, saat mendengar cerite terakhir si Thrisna yang masih antusias cerita sambil nangis-nangis menahan tawa.

Jadi suatu hari, si Kliwon ini sedang berada di lantai lima, mengantar pesanan room service. Ketika akan masuk lift, dilihatlah DVD player milik hotel di dekat lift itu.  - Jadi DVD player kalau di hotel kami sistemnya dipinjamkan ke tamu jika mereka request. Kadang-kadang, ada saja tamu yang main tarok DVD player di depan pintu jika selesai dipakai -- Nah, karena si Kliwon ini staff yang baik, niatnya sih dia kasih tahu sama anak FO supaya DVD yang tergeletak sembarangan itu segera diamankan. Jadilah dia kontak anak FO lewat HT.
"FO monitor..!"
Kebetulan si Trishna ini sedang ada di lokasi, dan langsung nyautin panggilan si Kliwon.
"FO masuk..!"
" Ada DVD di lantai lima ini FO." Katanya si Kliwon.
"Ada di kamar berapa DVDnya?" Si Trishna nyautin lagi.
Cie.. cie.. romantisnya saut-sautan lewat HT!
"Ada di.. mmmm... depan staff only!" si Kliwon nyaut.
Si Trishna langsung bengong. Staff only? Apaan sih?
"Staff only sebelah elevator."  Tambahnya lagi.
Alamakkkk!!!! Langsung saja Kliwon dibully orang-orang pembawa HT di seantero hotel. Trishna ketawa sampai sakit perut, dan saya yang kebagian diceritani juga sampai kram perut!!!

P.S:  Yang dimaksud sama Kliwon itu adalah pantry housekeeping di dekat elevator dan memang sih di pintunya ada tulisan "Staff only", maksudnya supaya tamu gak salah masuk. Berikut penampakan dari staff only tersebut:


No comments:

Post a Comment