Thursday, 3 October 2013

Balada Steward


Jika anda seorang yang bekerja di hotel, apalagi hotel besar yang kompleks, tentu sudah tidak asing dengan beberapa profesi berbahasa asing yang terdengar keren seperti e-commerce, human resources, chef, concierge, guest relation, greeter, bellman, engineering, atau steward. Kalau kebetulan sedang ngobrolin masalah kerjaan dengan orang non hotel yang sama sekali buta tentang hotel, biasanya saya mencari kata lain yang sesuai dengan arti yang terdekat. Mengapa? Karena obrolan tidak akan nyambung karena perbedaan persepsi. Adanya saya malah speechless karena kadang gak ngerti gimana menjelaskannya.
“Anna, gimana caranya melamar kerja di hotel?” seorang teman bertanya.
“Ya, tinggal masukin saja lamaran ke HRD.”
“HRD itu apa?”
Kalau saya jawab, HRD itu human resources department, pastilah dia tambah bingung dan endingnya malah panjang karena dia minta diterangkan satu persatu lebih mendetail.
“Personalia,” jawab saya.
“Oooh…”
Tuh kan, dia ngerti. 
“Anna, di hotel di bagian apa?” kali ini seorang tetangga yang tanya. 
“Front office.”
“Ooh.. di kantornya, ya?”
“Bukan. Saya penerima tamu.”
“Ooooh… Resepsionis?”
Saya ngangguk asem.
“Anna, kalau misalnya naik pangkat, kamu mau jadi apa?” tanyanya lagi.
Buset, mendadak saya berasa jadi pejabat. Naik pangkat, bo!
“Saya pingin jadi sales,” dengan pengucapan berbahasa Indonesia dan bukan berbahasa Inggris.
“Hahhh? Seles?” dia kaget.
“Iya. Sales. Yang bagian penjualan gitu. Kenapa?”
“Aduh… gak mau ah, jadi sales. Panas-panasan keliling kemana-mana,” jawabnya polos.
Lah? Ini sales hotel… bukan sales panci, yailah…!
“Anna, kalau di hotel itu yang bagian  di dapur namanya apa?”
“Chef.”
“ Chef itu bukannya artis, ya?”
Chef bukan hanya Farah Quinn dan Juna saja, mbak yu…
“Anna, aku dengar di hotel ada engineernya, ya?”
“ Engineering?”
“Iya.”
“Ada. Kenapa?”
“ Wah, keren. Banyak insinyur di hotel, ternyata.”
Kenyataannya, engineering itu tidak sama dengan insinyur.
Saya kira kesalahpahaman  persepsi karena profesi yang terdengar ‘keren’ karena kebarat-baratan itu hanya dialami oleh orang non-hotel saja. Ternyata eh ternyata, salah seorang rekan saya yang sesama orang receptionist, Sonny, juga pernah mengalaminya. 

Terdampar jauh ke Medan, Sonny pernah bekerja sebagai seorang steward. Bagi yang belum tahu, steward itu petugas kebersihan yang ada di area kitchen. Tugasnya tidak hanya mencuci peralatan makan dan peralatan masak, tapi juga membersihkan area seputar dapur seperti kebersihan lantai, dinding, meja, hingga ke saluran pembuangannya. 
Jadi, ceritanya, Sonny ini diajak oleh salah seorang kerabatnya yang menjabat sebagai seorang Front Office Manager di sebuah hotel di Medan yang saat itu sedang mencari pre-opening team. Sonny yang baru lulus dari fakultas ekonomi, tentu saja sama sekali buta tentang hotel. kerabatnya sudah mewanti-wanti supaya Sonny melamar di bagian front office, dan Sonny hanya iya iya. Ternyata, saat melihat sejumlah lowongan yang dipanjang, Sonny tertarik memilih steward. 
“Kenapa?” saya bertanya.
“Yang saya tahu, pramugari itu bahasa inggrisnya stewardess. Nah, berarti steward itu kan sejenis pramugara,” jawabnya sambil nyengir. Saya tepuk jidat.

Singkat cerita, Sonny diterima dengan hangat sebagai bagian dari team steward. Saatnya chief (manager) steward memberikan training.
“… jadi sebagai steward, kalian harus bisa menggunakan mesin dishwasher…”
Sonny mulai garuk-garuk kepala. Dalam hati, ia berusaha menerjemahkan. Dish = peralatan makan, washer = pencuci. Sonny penasaran.
“… Ok, disini steward store. Setiap peralatan harus dipisahkan berdasarkan jenisnya dan dihitung jumlahnya…”  Team steward mulai digiring ke gudang. Di dalamnya terdapat rak dengan berbagai jenis peralatan makan tersusun berjejer. Sonny jadi khawatir.
“… Baiklah, training hari ini saya anggap selesai. Untuk semetara, Budi, kamu pegang dishwaser. Santoso, kamu bantu saya stok opname di store. Sonny, kamu mop seluruh lantai dan bersihkan seluruh area kitchen. Ada pertanyaan?”
Sonny tiba-tiba kena migrain.
Dengan terpaksa, Sonny mengambil kain pel dan memulai pekerjaan barunya sebagai steward ( baca: pramugara kesasar), tugas pertamanya, sesuai dengan yang sudah dibagikan tentu saja, mengepel lantai dapur. Kabar buruknya, dapur ini ternyata besar. Ada hot kitchen, cold kitchen, dan pastry kitchen. 
Belum juga Sonny selesai membersihkan lantai pastry kitchen, seorang sous chef, yang Sonny asumsikan sebagai koki spesialis pembuat saus tergopoh-gopoh datang,
“Steward minta tolong itu saluran airnya macet. Tolong dibersihkan dulu.”
Sonny melongo. Lah? membersihkan got juga???
“Sonny, kamu tangani dulu ya.” Suara chief steward dari store.
Sonnypun jatuh pingsan.



2 comments:

Post a Comment