Sunday, 11 November 2012

Balada Orang India

Saya ingat sekali, jamannya saya masih SD, di channel TPI (sekarang sepertinya sudah ganti nama)di televisi sering sekali diputar film India. Dulu saya tidak ada ketertarikan khusus dengan film dari Industri Bollywood ini, namun karena ibu saya selalu memonopoli televisi keluarga, mau tidak mau saya jadi turut mengikuti selera beliau. Yang paling saya ingat adalah film Nagin, siluman ular Cobra.

Ketika saya SMP, rupanya industry perfilman Bollywood semakin maju. Saya lihat, selain TPI ternyata channel TV lain mulai menayangkan film-film India ber-seri. Apalagi sejak kemunculan Kuch-Kuch Hota Hai yang kisahnya banyak membius orang, sayapun sejak itu jadi semakin tergila-gila dengan film India. Selama SMP, saya jadi banyak “mengkonsumsi” film-film India dan mulai banyak mengenal actor dan aktris India yang ternyata buanyak jumlahnya. Sayapun jadi berasumsi, orang-orang India itu ganteng dan cantik, setidaknya itu terwakili sudah dengan beberapa actor dan aktris yang sering tampil di film. Saking gilanya, kamar saya penuh saya tempeli dengan bintang film India, sebut saja Shahrukh Khan, Salman Khan, dan saudara-saudaranya. Tidak hanya itu, saya juga hapal lirik lagu soundtrack-sountracknya (bahkan hingga sekarang saya masih hapal). Bagi saya saat itu, pria India itu ganteng, mancung dan so sweeettt… lah, gimana gak so sweet coba, mau menyatakan cinta aja harus berdarah-darah dulu. Hwehehehehe…

Gilirannya saya nyemplung di hotel dan bertemu dengan banyak orang India sewaktu di Bali, lah saya jadi ilfil luar biasa dengan orang India. Saya paling males kalau harus meladeni tamu India karena mereka banyak maunya. Bayar maunya yang murah tapi mintanya yang macem-macem. Belum lagi cara ngomong mereka yang naudzubillah kaya petasan injak. Tar ter tar ter gak keruan sampai saya pusing karena tidak sengaja ngikut kepala mereka yang ‘nge-per’. Saya gak ngerti kalau speaking speed mereka seperti itu sebelumnya karena selama ini nonton film india yang sudah didubbing. Saya kira hanya saya yang menganggap orang India  itu tukang komplen. Nyatanya, banyak teman sesame staff hotel juga yang mengeluhkan hal serupa. Serunya lagi, Trinity traveler di bukunya juga juga menyebutkan hal senada.

Yang saya sadari lagi adalah tenyata orang India itu tidak se so sweet di film. Mereka hi temper dan kalau ngomong kasar dan ‘jleb’ to the point. Kalau mereka lagi emosi, sudah jadi tontonan biasa kalau mereka gak cuman main omongan tapi sampai tunjuk-tunjuk dan dorong-dorong segala.  Saya jadi ingat saat saya pertama kali install skype di handphone beberapa tahun yang lalu. Skype directory saya search otomatis dan mengirimkan pesan ke masing-masing kontak yang saya tidak kenal tapi nyangkut di skype directory. Dalam hitungan 10 menit, saya ditelpon seorang pria India yang ngamuk-ngamuk ke saya dan bilang kalau dia sudah beristri. Dia kaya orang kesurupan minta saya hapus kontaknya, dan tanpa harus pikir panjang ya saya hapus, kenal juga enggak. Eh, 2 menit kemudian dia malah send invitation lagi ke saya yang saya ignore selamanya. Bener-bener orang gila tuh ya..?

Yang bikin ilfil lagi, ternyata orang India (yang saya kenal) itu raja gombal. Gimana gak gombal coba, hari pertama saya kerja, kenal dengan salah satu staff orang India dan langsung ditembak. Di Facebook, seseorang yang juga baru dua hari saya kenal juga begitu. Mending kalau yang nembak saya Shahrukh Khan, lah ini… orang-orang gak jelas semua…

Terakhir yang saya sadari adalah, beberapa orang (saya gak bilang semuanya) India itu fashion disaster. Separah-parahnya orang kita buta fashion, masih mending lah kalau dibandingkan dengan orang India. Perhatiin deh, pilihan warna pakaian mereka yang selalu ngejreng berwarna stabillo terang, yang kadang-kadang kontras dengan kulit mereka yang sawo matang. Yang paling bikin ilfil adalah ketika saya lagi jalan ke Marina Bay lagi duduk santai makan es krim, tiba-tiba es krim saya numplek gara-gara saya keasyikan ketawa melihat seorang cewek india yang jalan di depan saya. Meski saya buta fashion, tapi saya bisa komentar kalau yang ini benar-benar ancur. Bayangkan saja, atasan sari warna merah menyala dengan ornament permata di seluruh permukaan kainnya, rambut panjang sepinggang dikepang, bawahan beupa celana ala aladin dengan warna senada dengan atasan, footwear berupa sepatu keds putih merk Nike, dan jam tangan warna kuning terang gambar Hello Kitty, masih dikontraskan dengan warna kulit yang gelap. Belum lagi tas ransel kecil biru yang dengan santainya nyangkut di punggung. Aaaarrrrggghhh.....

Meskipun ilfil, sampai sekarang kadang-kadang saya masih suka nonton film India meski tidak sesering dulu. Meskipun cerewet dan tukang complain, saya tak pernah lupa guest comment yang saya yang pertama saya dapat dari tamu India bernama Sapru. Segitu baiknya beliau dengan saya sampai-sampai itu orang nawarin saya tour ke rumah Shahrukh Khan kalau saya travelling ke India*.  Saya iya-iyain saja meskipun kedengarannya gombal dan lebay, seperti kebanyakan orang India pada umumnya. Hehehe…

*)Di India memang terdapat tour ke rumah selebritis. Sebagai gambaran dan rujukan, silahkan kunjungi blog trinity traveler di sini.