Thursday, 21 June 2012

Chinese Party


Kerja di hotel yang juga memiliki ballroom yang berfungsi salah satunya sebagai tempat pesta kawinan, membuat saya memperhatikan orang-orangnya. Saya perhatikan, dari 10 pesta kawinan, sebanyak 9 diantaranya adalah kawinan orang Cina. Pestanyapun selalu heboh, dengan dekoran yang meriah dan tamu yang tidak hanya ratusan tapi hingga ribuan orang.  Karena pestanya saja sudah heboh, tamu yang datang (terutama tamu perempuan) juga tidak kalah heboh dandanannya, kalau tidak berpakaian a la barat (mirip artis Hollywood yang pakai gaun-gaun backless gitu), ya pakai baju a la Cinderella dan berwarna-warni, belum lagi dengan sepatu berhak belasan centimeter, dan tatanan rambut dengan sanggul tinggi dan berbagai aksesorisnya yang berkelap kelip. Silau man! Saya sampai susah membedakan yang mana yang mempelai yang mana yang tamunya karena dandanannya sama hebohnya. Namun kebanyakan, mempelai itu standartnya pakai gaun berwarna putih, sedangkan tamunya pakai gaun ngejreng warna warni. Saya perhatikan, pilihannya kebanyakan kalau bukan merah menyala ya biru ngejreng. Halah!

Bicara mengenai dekoran yang juga heboh, kadang-kadang saya suka takjub sendiri. Harga yang ditawarkan  pihak dekor untuk membuat dekoran semeriah itu ternyata tidaklah murah. Yang paling sederhana biasanya kisaran puluhan juta rupiah, dan yang paling mahal hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis dekoran yang diminta dan request bunga segar jenis apa yang hendak dipakai. Kalau sedang iseng pingin berhitung, saya kadang sampai bawa kalkulator dan berhitung sendiri. Harga 1 tangkai bunga mawar segar sekitar 700 hingga seribu rupiah untuk harga supplier. Nah, jika dekorannya heboh, bisa menghabiskan hingga puluhan ribu tangkai bunga mawar, belum lagi dengan jenis bunga lainnya, dan kalau dihitung-hitung biayanya sudah mahal. Di hotel Mandarin oriental Bangkok saya pernah lihat dekoran ballroom yang seluruh dindingnya dihias bukan dengan tirai seperti umumnya tapi menggunakan bunga  anggrek warna putih. Silahkan membayangkan sendiri berapa ongkosnya. Yang bikin saya kagum lagi, orang dekor kerja seperti sulap. Baru saja kemarin sore saya lihat ballroom masih kinclong kosong, paginya saya lihat sudah heboh dekorannya. Eeeehh.. besoknya saya lihat sudah kinclong lagi seperti tidak pernah terjadi apa-apa malam sebelumnya. Ckckck…

*)Decor full white Orchid di hotel Mandarin Oriental Bangkok


Kredibilitas dan tingkat kekayaan seorang mempelai biasanya juga bisa dilihat dari pestanya. Umumnya seorang mempelai yang memiliki perusahaan besar, di pesta kawinannya akan terpajang papan karangan bunga beraneka rupa dari berbagai perusahaan dan bank. Semakin terkenal orangnya dan semakin besar perusahaannya, maka semakin banyak pula papan karangan bunga berisi ucapan selamat yang menghiasi lobby hotel. Kalau orangnya tajir sekali dan perusahaan yang dimiliki besar sekali, karangan bunga yang terpajang kadang-kadang sampai meluber ke jalan saking penuhnya. Padahal karangan bunga semacam itu tidak murah loh… Saya pernah iseng tanya harga ke seorang florist yang kebetulan mengantar karangan bunga ke lobby. Katanya yang paling murah sekitar 800 ribuan hingga jutaan, tergantung desain dan  (lagi-lagi) tingkat kehebohan bunga yang dipasang. Ya ampun, kalau papan bunganya aja bisa semahal itu, lantas berapa ya kira-kira angpau yang diberikan untuk mempelainya? Gaji saya setahun atau lebih mungkin ya…? Wah wah wah… dengan duit segitu sih saya sudah bisa beli mobil dong ya… *)hehehehe.. ngayal deh ya…!

Salah satu acara adat kawinan orang Cina keturunan ada yang mirip dengan acara tujuh bulanan bayi adat Jawa, yaitu menaburkan beras kuning yang di dalamnya juga ada uang koinnya, biasanya besaran 500 hingga seribu perak. Bedanya, kalau orang Jawa menabur koin dan beras kuning itu perlambang berbagi kebahagiaan dengan sesama karena uang koinnya jadi rebutan (umumnya anak-anak kecil), nah kalau di tradisi Cina, lempar uang koin itu perlambang buang sial.  Saya tahunya saat suatu hari di briefing pagi, salah seorang duty manager menyinggung staff concierge yang bukannya bertugas saat pesta berlangsung, malahan sibuk mungutin uang koin. Lah, mau kena sial mas?

Umumnya, pihak mempelai selalu menyiapkan souvenir untuk para tamu undangan yang telah datang. Biasanya berupa cangkir cantik bertuliskan nama mempelai, kipas unik, parcel mini, hingga handuk cantik. Namun, saya pernah menjumpai souvenir paling aneh yang membuat saya sampai tergelak. Bukan pesta kawinan sih, tapi kali ini pesta ulang tahun ke 80 seorang kakek keturunan Cina. Katanya nih, dalam tradisi orang Cina keturunan, umur 80 tahun itu harus dirayakan sebagai ungkapan syukur panjang umur. Biasanya souvenir yang dibagikan juga wajar dan standar, namun souvenir kali ini boleh dibilang aneh, yaitu berupa satu paket berisi obat-obatan, vitamin dan anti biotik. Halah, lansia sekali ya?

Salah satu pesta Chinese aneh yang pernah saya jumpai lagi adalah pesta ulang tahun seorang anak berumur 2 tahun. Bukan orangnya yang aneh,  namun susunan menunya. Jadi di BEOnya (Banquet Event Order) saya lihat untuk anak-anak disediakan kid’s buffet, ada juga adult buffet dengan tambahan booth untuk bar yang menyediakan draught beer dan aneka alcoholic drink yang menyediakan berbagai macam cocktail on request dan wine aneka rupa. Nah lo? Ini bapaknya atau anaknya sih yang mau pesta?

No comments:

Post a Comment