Wednesday, 11 January 2012

Stasiun Aneh - Aneh

Saya pribadi kadang-kadang merasa takjub dengan kepribadian orang bule. Dengan selera eksotis mereka yang aneh (baca post sebelumnya), kebiasaan yang aneh, hingga pemikiran mereka yang aneh-aneh. Seperti halnya beberapa hari yang lalu, seorang bule tiba-tiba mendatangi saya bermaksud meminta tolong membookingkan tiket kereta api ke Jogja.

Bule: I would like to book a train ticket to Jogjakarta.
Saya: All right, Sir.
Bule: So, where’s the closest railway station here?
Saya: Gubeng station, Sir.
Bule: (mengkerut) what did you say? Gubeng?
Saya: Yes, Sir.
Bule: No, I don’t want to depart from Gubeng. I want to leave from ‘SELERA PEMBERANI’ station!
Saya: (menyedengkan telinga, memastikan saya tidak salah dengar) excuse me, Sir? SELERA PEMBERANI station?
Bule: (dengan pede 100%) yes!
Saya: but I am 100% sure there’s no station namely ‘SELERA PEMBERANI’ here.
Bule: what did you say? I have been there last year and I also 100% sure the name of the station is ‘SELERA PEMBERANI’!

Nah lo… mampus! Mana ada coba stasiun namanya ‘SELERA PEMBERANI’???

Bule: (mengeluarkan pocket kamera dari saku dan menunjukkan sebuah gambar kepada saya) Look at this! The name of the station is ‘SELERA PEMBERANI’!
Saya: (memperhatikan gambar dan setengah mampus pengin ketawa) excuse me, Sir. But selera Pemberani is just a cigar advertisement. Selera pemberani means a taste of brave.
Bule: (melongo se melongo-melongonya) so? What is the name of this station?
Saya: (rundingan dengan beberapa rekan driver yang mungkin familiar dengan stasiun yag ada plang selera pemberani-nya itu) ooohh.. this is Gubeng Station, Sir.
Bule: ooohh.. OK OK.. book me a ticket and I’ll depart from there. But if I didn’t find the name of selera pemberani on the top of it, I’d call you.
Saya: ??????





Besoknya sodara-sodara… saya tunggu sampai jam 5 sore, tepatnya dua jam setelah keberangkatan kereta si bule aneh, telepon di konter saya sama sekali tidak berdering!

Saya hanya berharap si bule tidak singgah ke stasiun balapan di solo atau dia akan me’namai’ itu stasiun antangin karena ada papan iklan antangin yang super gede terpampang disana!


2 comments:

Post a Comment