Friday, 29 July 2011

Profesor oh Profesor!

Kebanyakan staff sudah hafal dengan beberapa tamu yang sudah jadi member atau seorang guest repeater, apalagi jika si tamu akrab dengan staff, kadang-kadang si tamu akan diperlakukan lebih personal. Seperti kali ini. Ada seorang tamu bapak-bapak berumur sekitar 60-an, namanya sih saya tak tahu, tapi kebanyakan staff disini memanggilnya pak professor. Si pak profesor ini terburu-buru mengambil mobilnya. Kebetulan mobil pak prof ini di-valeykan di halaman depan hotel. Si pak prof dengan santai menyerahkan docket valley kepada seorang staff, lalu meminta kunci mobilnya. Saya sempat melihat petugas valley sudah hendak mengambilkan mobilnya, tapi si prof malah meminta kunci dan mengambil mobilnya sendiri.

Well, si prof dengan sedikit tergesa menghampiri mobilnya yang ternyata sebuah mobil Pajero sport warna putih berplat nomor DK. Di sebelah kiri mobil professor, bertengger sebuah Mercedez S500 yang masih kinyis-kinyis menyilaukan mata, sedangkan di sebelah kanannya terparkir sebuah Alphard Vellfire hitam yang membuat ngiler siapapun yang melihat.

Tanpa ragu, pak prof segera tancap gas, ssshhhuuuuttt…! Meluncur ke depan, lalu mengambil haluan hendak berbelok ke kanan, mundur sedikit dan… Braaaakkk! Pak professor menabrak Mercy! Si Mercy malang yang tadinya anggun menantang, kini bagian depannya penyok mencolok mata. Aduuhh…

Automatically, petugas valley pun sibuk berlarian ke tempat kejadian.  Saya lihat Concierge manager dan beberapa supervisor juga datang. Accident report segera dibuat. Dari kesepakatan yang telah disepakati, pihak hotel tidak bertanggung jawab atas kecelakaan ini, namun pak prof akan menyelesaikan sendiri permasalahan ini dengan pemilik Mercy. Malahan, pak prof sempat dengan sombongnya mengatakan,
“Kalau pemiliknya minta ganti, saya akan belikan mobil baru!” dan setelah itu pak prof buru-buru ngacir entah kemana.

8 jam kemudian…

Pemilik Mercy yang ternyata seorang mas mas ganteng, mengklaim mobilnya. Petugas valley yang saat itu sedang bertugas, segera memanggil  SPV untuk menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa mobilnya. 

Seperti telah diduga, si mas-mas ngamuk-ngamuk.
"Apa? Kok bisa mobil saya ditabrak?" Si mas-mas ini merah mukanya.
" Jadi kejadiannya begi…"
" Kamu tahu itu mobil baru sekali ini saya kendarai tau! Lihat itu plat nomornya! Itu baru seminggu keluar STNK-nya. Belum juga sempat saya bawa kemana-mana. Sudah penyok!
"Iya Pak, yang nabrak juga akan bertanggung ja…"
" Huh, mana mungkin dia mau ganti rugi kerusakan mobil saya. Ini mobil mahal! Mobil import! Mobil ini sudah penyok! Kalau mau memperbaiki kamu tahu berapa juta, hah? Gaji kamu setahunpun gak akan cukup!"
Duh… ini orang memang sudah keterlaluan. Si SPV saya lihat sudah mulai merah mukanya.

Ketika SPV hendak menjelaskan, eh kebetulan pak prof datang. Jadilah SPV saya langsung menggiring pemilik mobil untuk bertemu dengan pak prof. Tanpa saya duga, si mas mas ini attitude-nya berubah 180 derajat ketika bertemu dengan pak prof. Jadi maniiiisss…  dan sopan. Pake Tanya kabar segala.

Pak prof to the point langsung tanya ke mas-mas itu,
"Jadi yang saya tabrak tadi mobil kamu?"
"Iya, Pak prof. Tapi tidak apa-apa kok, penyok sedikit saja!"
Busseeeettt… penyok dikit katanya! Ehm - ehm! Lupa ya mas, ini kan mobil mahaaalll…?

"Ok, nanti saya secepatnya uruskan pembelian mobil baru." Pak prof  menyatakan pertanggungjawabannya.
Eh.. si mas-mas sok jaim nolak.
"Gak usah prof.. bener kok ini gak apa-apa. Hehehe…"

Si mas-mas munafik dan pak professor akhirnya jabatan tangan. Lalu pak prof berlalu.

Si mas-mas menghampiri SPV saya,
"Tadi kenapa gak bilang-bilang ke saya kalau yang nabrak mobil saya itu pak Prof??? Beliau itu professor saya, kalau bisa saya malah belikan beliau mobil, bukannya saya yang dibelikan!"
Aduuhh…

Kalau saya jadi SPV saya yang super sabar itu, sudah habis saya maki-maki deh mas-mas itu kalau (saja dia bukan tamu di hotel saya). Hehehe...

4 comments:

Anonymous said...

hhhhiiihh.. sok kaya mas mas itu ya!kasih pelajaran aja pak prof.. biar kapok!

Yudi_kepet said...

Harusnya Mercynya yang sudah penyok itu dikasihkan saya saja kali ya... hehehehe..
dengan senang hati saya mau terima kok meski penyok! hahaha

Udin Solo said...

ckckckckckckck....
gila.. gila..!
orang indonesia ternyata kaya-kaya ya...?
beli mobil mahal udah seperti beli cendol di pasar aja!
kalau ketemu pak prof lagi salamin ya mbak. hehehe..

Anna Swan said...

anonim: iya, saya juga maunya bilang gitu. sukurin!
Yudi: saya loh juga mau mas. wek :P
Udin: ya deh nanti disalamin... sapa tau nanti ditawarin ke pasar, mau beli mobil merk apa? Gw beliin! bezuuuhh sombongnya....hehehehe..

Post a Comment