Wednesday, 27 July 2011

The 4th of July


Mumpung masih fresh dalam ingatan dan setelah menggabungkan beberapa tulisan sporadis saya, post kali ini saya ingin share mengenai 4th of July moment yang sukses digelar tanggal 4 Juli lalu di hotel tempat saya bekerja.

Jadi begitulah ceritanya, tanggal 4 lalu, US embassy yang ada di Surabaya merayakan hari kemerdekaan tersebut di hotel, and you know that, Amerika sudah sangat terkenal sebagai ngara yang paling rese soal keamanan. And it means that sekuriti di hotel bakalan jauh lebih resek dari sebelumnya. Jauh-jauh hari sebelumnya, semua staff hotel wajib mengumpulkan fotokopi ktp yang sampai sekarang saya masih kurang jelas tujuan utamanya untuk apa. Lalu, diadakanlah beberapa meeting khusus untuk event ini (yang juga jauh-jauh hari sebelumnya). Bahkan sudah diwanti-wanti jika khusus untuk tanggal ini, semua staff harus full team, alias tidak ada satupun yang diliburkan (maksud loh?).

Dan jadilah.. keresean demi keresean satu persatu mulai saya alami.

Pertama, saat hendak masuk ke loading dock yang harus melalui pintu belakang shopping mall yang lokasinya empet-empetan dengan hotel, banyak polisi yang berjaga-jaga memblok jalan sehingga mau masukpun susah karena jalan yang biasanya dilalui pengguna jalan menuju shopping mall ini cukup ramai dan beberapa ruas jalan di blok. Halah!

Sampai di loading dock, beberapa polisi juga terlihat berjaga-jaga di area lot parkir paling dekat hingga ke ruang hand key para karyawan. Yang bikin mangkel, kok ya polisinya tidak ada satupun yang ganteng (hehehe..). setelah hand key, mau masukpun tas dan pakaian masih diperiksa sekuriti padahal biasanya saya cuek nyelonong saja. Otomatis, waktu saya yang sudah mepet mau telat jadi molor dan benar-benar mendekati telat. Masuk ke loker, kok ya masih bertemu dengan polisi yang sibuk jalan di koridor. Ampun deh ampun....!

Saat incharge, rupanya hotel sudah berasa jadi markas kedua polisi! Saya lihat mulai dari main gate, parkiran, seantero lobby, ballroom untuk acara inti, semua cafe dan restaurant, pool, dan koridor semua dijaga ketat oleh polisi. Bahkan khusus lantai 27 tempat para diplomat dan ambassador dijaga ketat oleh beberapa polisi dan bodyguard, dan untuk bisa masuk maka siapapun itu (termasuk tamu hotel biasa) harus menunjukkan Id atau tanda pengenal ke petugas. Ya oloh...!

Selain polisi, saya lihat juga banyak sekali bersliweran sekuriti dari US embassy sendiri yang seragamnya juga coklat (tapi warnanya lebih muda) seperti seragam polisi dan beberapa atributnya yang kurang lebih hampir sama. Bisa dibayangkan, aktivitas hotel yang biasanya ramai, hari itu jauh lebih ramai saking banyaknya staff yang full team dan para petugas luar (sekuriti dan polisi) yang berjaga-jaga dan bersliweran kemana-mana. Sekuriti hotel sendiri, saya lihat adem ayem dan tidak begitu terpengaruh dengan acara ini. Yeah, I’ve never know what is on their mind, seperti yang sudah pernah saya ceritakan, seperti apa gambaran mereka.

Dan seperti yang saya duga, keamanan yang amat sangat rese pun terjadilah. Pertama, akses menuju lobby menjadi traffic karena ketatnya pemeriksaan di main gate. Barang apapun yang masuk ke hotel pun digeledah hingga sampai dalam-dalamnya oleh petugas. Saya sampai tergelak melihat seorang petugas memeriksa buket bunga yang dibawa seorang florist hingga ke sterofoam dan membolak balik bunga hingga ke daun-daunnya!  

Puncaknya adalah acara penyambutan kedatangan ambassador. Mulai jam 4, semua petinggi hotel termasuk GM sudah bersiap-siap di lobby. 4.15, saat saya seharusnya istirahat, terpaksa harus dipending dulu hingga ambassador datang. Huh! Beberapa tamu yang sedang menunggu mobil di lobby bahkan harus di ’pinggir’kan karena benar-benar sterilisasi area lobby khusus ambassador.  Wuihhh... and finally guys, jam 4.45 sebuah mobil polisi bak terbuka meraung-raung dan diikuti oleh sebuah mobil Land Cruiser Prado dengan plat bercat putih dan sempat saya perhatikan nopolnya CC xxx. Semua petinggi hotel yang sudah bersiap-siap segera menyambut si ambassador (yang ternyata seorang ibu-ibu berwajah Asia, mirip orang Indonesia dan seorang bule pria yang ‘biasa-biasa’ saja) menuju ke arah lift ke lantai 27 (padahal saya membayangkan akan ada iring-iringan super panjang yang terdiri dari beberapa mobil polisi dan pejabat keduataan yang kesemuanya bule). Yah, ternyata antiklimaksnya gini doang!

And the event run so well...  meskipun saya yang akhirnya bisa break harus kembali misuh misuh karena antrean di kantin sudah seperti orang ngantri sembako saking banyaknya staff yang incharge hari itu.

Soerang tamu saya ‘gatal’ bertanya,
“Kok ramai sekali banyak polisi di depan, ada acara apa ya mbak?”
“4th of July, Bu.” Karena event ini bukan untuk umum, jadi tidak boleh di share secara bebas apalagi untuk tamu yang tidak berkepentingan. Ibu-ibu tersebut lalu mengangguk-angguk, dan berlalu.
Pak sekuriti yang sedang incharge sama saya pun tiba-tiba ‘gatal’ juga bertanya sama saya,
“kenapa mbak tadi?”
“fourth of July”, saya jawab lazily.
“Uh, gak mesti. Belum tentu tamu tahu apa itu 4 juli.” Si sekuriti resek mencibir saya.
Eh, belum juga saya sempat membalas, seorang tamu hotel yang sedang lewat lagi-lagi bertanya ‘ada event apa kok rame banyak polisi’ pada saya. Dan setelah saya jawab fourth of July, si Bapak tamu saya pun automatically menjawab,
“Oohh... hari kemerdekaan Amerika toh..?”
Tuh kan mas sekuriti.... rasanya di dunia ini Cuma kalian saja yang gak tahu 4th july itu apaan!   

No comments:

Post a Comment